"Bu, pelan-pelan dong bu goyangnya, nanti ayah malah cemburu, loh" ucap Abdi dengan suara menggoda dan juga erangan. Abdi lalu melirik ke ayahnya yang tak jauh dari tempatnya. "Ayah cemburu gak kalau aku hamilin ibu sekarang?" Tanya Abdi sambil menghisap dada ibunya yang besar dan bulat. Walaupun sudah cukup tua, namun tubuh bu Fajriah masih sangat terlihat semok.
7301Please respect copyright.PENANAoxqmghLKN4
"Coba aja bibi kamu mau ngasih jatah, pasti ayah gak bakal cemburu" ucap pak hendra. Bermaksud memberi kode keras ke Bi imah yang menonton dengan perasaan campur aduk disamping dirinya.
7301Please respect copyright.PENANA7cA4aPc61T
Duduk dengan rapi dari tadi membuat Bi Imah tidak nyaman, ia juga ingin dikontoli oleh sepasang ayah dan anak itu, namun ia sangat capek melakukannya karena ia sudah dientoti di pagi hari ini. Selain itu, dia cukup sungkan melakukakannya bila dirumah masih ada Abelia. Ia khawatir Abelia akan melihat sisi buruknya.
7301Please respect copyright.PENANANk05F0ZelO
"Muachh.....mhmm..mhmhmmm...." Abdi dan bu Fajriah melumat bibir satu sama lain dengan romantis.
7301Please respect copyright.PENANAjRzaIaZFiL
Mereka berciuman selayaknya pasangan suami istri, sangat romantis dan penuh kasih sayang.
7301Please respect copyright.PENANAzbxJt8IE70
"Ahhh...buuu mhmmm enak gak bu dientotin sambil diciumin sama anak kandung sendiri" tanya Abdi dengan nakal.
7301Please respect copyright.PENANAvcOMGrPhGW
"Ben--Bwenar enak sayang ahhh....ibu suka bangett ahhh ahhh ahhh...." Bu Fajriah menjawab puas.
7301Please respect copyright.PENANAxgfYLLXTZ5
"Ckckck...kalian ini udh mirip pasangan suami istri aja, Ibu kamu itu suami ayah, tau" Kata pak Hendra dengan setengah tertawa. "Abdi, ayo gantian, ayah juga pengen ngentotin istri ayah!" keluh pak Hendra.
7301Please respect copyright.PENANATyiy0eRFYu
"Ayah gak usah deh!" Seru Abdi. "Lagi pula kontol ayah gak bakal bisa buat ibu puas" ejek Abdi pada ayahnya.
7301Please respect copyright.PENANAMCPsb6IpvQ
Namun bukannya marah, Pak Hendra malah tertawa dan berpura-pura menangis, "Kamu sombong banget! Tanpa penis yang panjang juga ayah bisa buat ibu kamu puas!" Balas pak Hendra.
7301Please respect copyright.PENANA6AIDKN1ruV
"Abdi gak percaya" ucap Abdi sembari mencium bibir merah ibunya dengan mesra lalu melirik ke arah seorang wanita yang duduk di pojok.
7301Please respect copyright.PENANAq7nwXcOvbU
"Bi imah semok banget loh yahh, kenapa gak ayah ewe aja?" tanya Abdi.
7301Please respect copyright.PENANAasoyusqi4H
"Bi Imah kayaknya lagi gak pengen, tadi pagi aja ayah cuman dua ronde aja sama dia, eh dianya langsung lemas" curhat pak Hendra.
7301Please respect copyright.PENANAfmTsYyhd8u
"Yaudah kalau gitu coba aja minta lagi, siapa tahu Bi Imah sekarang lagi sange dan pengen di ewe ayah!?" Abdi menyarankan. "
7301Please respect copyright.PENANA9CK1bsRqIZ
Pak Hendra yang tak bisa menahan hasrat dirinya untuk mengentoti istrinya, segera melirik ke wanita paruh baya yang duduk tak jauh darinya, "Nggak mau gituan?" Tanya Pak Hendra pada Bi Imah yang juga terlihat mulai terangsang dan mengelus memeknya sendiri.
7301Please respect copyright.PENANAJIhPeNbCQZ
"B---Bukannya gak mau, tapi kan aku capek mas...baru aja siang tadi kamu ngewe aku, masa kita ngewe lagi?" Kata bi Imah dengan ekspresi wajahnya yang cemberut. "memek aku sakit loh dipakai pagi siang, sore, dan malam"
7301Please respect copyright.PENANAynS5uKt3OU
"Mhmmmm..."
7301Please respect copyright.PENANA1HKCRywbZ5
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Pak Hendra menarik pinggang Bi Imah untuk mendekatinya dan kemudian melumat bibir merah muda milik Bi Imah yang berperawakan tinggi kurus namun mempunyai ukuran payudara yang setara dengan buah semangka harga 10ribuan, benar-benar sangat membuat sange.
7301Please respect copyright.PENANAYmSUTfPNHM
"Mau mas colmekin gak memek kamu yang indah itu?" Goda Pak Hendra.
7301Please respect copyright.PENANA1ez0t03LxZ
Namun tanpa menunggu jawaban, Pak Hendra membuka celana panjang dan juga stoking yang dipakai oleh Bi Imah.
7301Please respect copyright.PENANAaUclqXi8Uk
Maka, terpampanglah sebuah vagina yang selama sepuluh tahun lamanya hanya dinikmati oleh Abdi dan suami temannya. Bentuk vaginanya sangat indah dan unik, seperti sebuah omurice yang bagian luar telurnya dibiarkan terbuka, kulit mulus berwarna putih cerah di balik celana panjang dan stoking hitam itu juga indah.
7301Please respect copyright.PENANAC7gupBguBh
"Mas jilatin yah....Slurpp....!" Pak Hendra lalu membenamkan kepalanya ke selangkangan Bi Imah dan menjilati memek dari teman istrinya itu.
7301Please respect copyright.PENANA4B13VDrVmH
"Mas ahhh....mhmmm...pelan-pelan mas!" Bi Imah mendesah ketika memeknya dijilati.
7301Please respect copyright.PENANAL7vEDBZRyI
Janggut pak Hendra yang pendek namun lebat, bertemu dengan rambut-rambut kecil dari selangkangan Bi Imah sehingga menciptakan rasa geli yang juga nikmat.
7301Please respect copyright.PENANAHBeUFx8Pfz
"Slurpppp....slurpppp.... Aku selalu suka harum memekmu, Imah. Rasanya selalu saja harum dihidungku" goda pak Hendra.
7301Please respect copyright.PENANA4Ra7FnwKM8
Semua orang didalam ruangan itu menikmati kegiatan mereka.
7301Please respect copyright.PENANA9TY4taqdFp
"Mas...pelan-pel---JREETT!!!'' Tepat saat Bi imah sedang mendesah, pintu ruang tamu berderit dan seorang gadis belia yang cantik datang memasuki ruang tamu itu dengan sebuah buku gambar yqng dipegang oleh kedua tangannya. Dia seketika berteriak karena kaget ketika melihat ruang tamu itu dipenuhi keluarganya yang sedang bugil.
7301Please respect copyright.PENANAkkh4BB7PLC
Lia!
7301Please respect copyright.PENANAQdljGE8WJp
Dek Lia!!!
7301Please respect copyright.PENANA71ofMw6ofI
anakku sayang!!!
7301Please respect copyright.PENANAnsqd48IgwN
Semua orang sontak kaget dan memanggil namanya bersamaan.
7301Please respect copyright.PENANA20TJRcp4KC
"Ayah, ibu, Aa, Bibi...kalian semua lagi ngapain!"
7301Please respect copyright.PENANAiHXD8LzNyA
Abelia menatap kaget ketika melihat orang-orang dirumahnya berkumpul diruang keluarga tanpa sehelai benangpun.
7301Please respect copyright.PENANAmSIdyM6rcR
"Ayah ngapain? Kakak juga ngapain? Kok burung kakak dimasukin dalam lubang pipisnya ibu, sih? Ayah juga kenapa jilatin lubang kencing Bi Imah? Itukan jorok!" Abelia berucap kaget dan heran dengan apa yang dilihatnya.
7301Please respect copyright.PENANAwCx3WNIbKU
"Lia!? Kamu ngapain? Kan kakak udah bilang jangan ikut" Abdi dengan panik menarik kontolnya dari lubang memek ibunya lalu berjalan menghadap adiknya.
7301Please respect copyright.PENANATKrhCvizjR
"Aku udah selesai gambar, ini lihatlah!"
7301Please respect copyright.PENANAs4H2unVWqY
Abelia menampakkan hasil gambaran tangannya kepada Kakaknya.
7301Please respect copyright.PENANA95tBrjNXPP
Bi Imah yang masih dalam posisi kaget segera mengambil handuk yang entah dimana letaknya lalu menutupi dirinya dengan handuk itu dan mendekat ke arah Abelia, "Rapunzel yah? Cantik sekali, Nak Lia, kamu sepertinya berbakat jadi seorang penggambar"
7301Please respect copyright.PENANArlgtGHyVBM
Bu Fajriah juga datang menghampiri namun tak memakai handuk, melainkan jilbab besar yang sebelumnya sudah ia pakai. Ia datang mendekati anak perempuannya dan mengelus pipinya. "Sayang...kamu kenapa belum tidur? ini sudah larut..."
7301Please respect copyright.PENANAglB6PEFUnI
"Kata kak Abdi, ia ingin berbicara dengan ayah dan ibu, aku penasaran dan pengen tau kalian lagi bicarain apa, jadi karena itu deh aku buru-buru selesaikan gambaranku dan segera kesini." Jelas Lia dengan sedih. "Apakah kalian marah denganku?"
7301Please respect copyright.PENANAidlPAnYs4b
Melihat anaknya yang akan menangis, " Hendra segera mendekati anak bungsunya dan memeluknya, " Gak ada yang marah denganmu, sayang. Kami hanya khawatir dengan kesehatanmu, selain itu, besok kamu sekolah."
7301Please respect copyright.PENANATXlVkr6dMy
"Yaudah deh, kalau begitu Lia bakal segera tidur" Setelah mengatakannya, Abelia berbalik dan berjalan dengan perasaan kecewa menuju kamar tidur miliknya, Dan pak Hendra turut meneman8nya untuk pergi ke kamar tidurnya.
7301Please respect copyright.PENANAy1woW163G2
Setelah Pak Hendra memastikan kalau Abelia telah tidur, akhirnya pergelutan antar lawan jenis tersambung kembali layaknya pita film porno.
7301Please respect copyright.PENANADltKohOMIu
...
7301Please respect copyright.PENANA5aHkTK7CN9
...
7301Please respect copyright.PENANALBGUvuCUfI
...
7301Please respect copyright.PENANAOEvFfFVTlc
"Ahhhh!! Ahhh!!! Enak sayang! ayo keluarin didalam memek ibu, sayang! Hamilin ibu sekarang!!!" Pinta bu Fajriah.
7301Please respect copyright.PENANAjOqLGyZAsF
"Baik, bu. Aku bakal hamilin ibu malam ini!" Seru Abdi Dan pinggangnya bergerak cepat, Membuat ibunya mendesah tak tertahankan.
7301Please respect copyright.PENANAdLbaLDBYgq
Disaat Abdi hampir mencapai puncaknya, Pak Hendra yang sedang mengentoti Bu Nurnaimah juga hampir mencapai puncak kepuasan mereka masing-masing.
7301Please respect copyright.PENANAZL4iK9fOdW

→ Request update