"1....2....3..."
6192Please respect copyright.PENANA3yjlDst8Fp
Dengan sekuat tenaga Abelia menarik lengan Abdi hingga akhirnya Abdi pun mulai terduduk dengan tubuh lemas.
6192Please respect copyright.PENANAUJOACl1oge
"Pokoknya kakak harus udah siap yah sebelum aku selesai mandi!" Titah Abelia sebelum akhirnya melangkah ke dalam kamar mandi kakaknya dan meninggalkan Abdi yang mengangguk pelan.
6192Please respect copyright.PENANAUDMyAf9pSa
Setelah menghabiskan hampir 20 menit lamanya di dalam kamar mandi, Abelia akhirnya keluar.
6192Please respect copyright.PENANAONbtUPv2HO
Penampilannya kini lebih cantik dan tak urak-urakan seperti saat bangun tidur sebelumnya. Kini ia memakai kaos berwarna putih dengan celana jeans pendek beserta ikat pinggang bermotif kartun, dan handuk yang dipakainya juga bergambar karakter pikachu yang sangat lucu.
6192Please respect copyright.PENANAxdwvqwWz51
Dengan rasa segar dan bahagia ia keluar dari kamar mandi sembari menggosok-gosok rambutnya menggunakan handuk bergambar pikachu miliknya.
6192Please respect copyright.PENANA2FAkAxTCV5
Namun, pemandangan yang dilihatnya membuatnya kaget bercampur dengan perasaan kesal, menggantikan perasaan mengarkannya sebelumnya. Itu karena kakaknya yang masih saja tertidur pulas.
6192Please respect copyright.PENANA5tLUQhwAK2
"Kakak!" teriak Abelia. "Kakak! Ayo bangun! Ayo anterin aku ke sekolah!"
6192Please respect copyright.PENANAuxC008HvRQ
Tak ada jawaban dari Abdi, kepalanya ia tutupi menggunakan bantal guna menghindari suara cempreng adiknya.
6192Please respect copyright.PENANAgMAMoQKCpm
"Gak mau bangun yah!" Gertak Abelia.
6192Please respect copyright.PENANAa8ARBokYaZ
Abelia pun segera menyingkap selimut yang di pakai olehnya berharap kakaknya akan segera bangun karena kedinginan ak8bat udara di pagi hari.
6192Please respect copyright.PENANAzepr0qJxOR
"Ya...iya...kakak dengar...."
6192Please respect copyright.PENANAA7pFFzeGwq
Sekali lagi Abdi mengangguk malas, namun tak ada juga inisiatifnya untuk bangun dari tempat tidurnya.
6192Please respect copyright.PENANAfFihTo3Xmb
Abelia mengembungkan pipinya karena kesal lalu menaiki ranjang tempat Kakaknya tidur. Abelia mendekati badan kakaknya untuk meneriaki telinganya lebih dekat. Namun, matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah benda besar berbentuk tongkat pendek yang tersembunyi dibalik celana pendek yang dipakai Abdi.
6192Please respect copyright.PENANAiCfxIdVKRW
"Itu kan...."
6192Please respect copyright.PENANAouKRPpdQ8D
Abelia membuka celana kakaknya dan mendapati benda panjang dengan bagian kepalanya nampak ada goresan.
6192Please respect copyright.PENANAb7qg1GmvOK
"Inikan burung Kak Abdi, kok burungnya tiba-tiba berdiri?"
6192Please respect copyright.PENANA1f4Q68YKd5
Ia lalu teringat dengan kejadian semalam dimana dirinya menghisap batang kontolnya kakaknya sendiri hingga membuat kerongkongannya kesakitan.
6192Please respect copyright.PENANAjSIcfbh8jG
"Kak bangun!!!" Abelia membangunkan Abdi sekali lagi.
6192Please respect copyright.PENANAgFPmPWFPqn
"Hmm..." Abdi dengan kondisi setengah sadar, berkata dengan sembarang kepada Abelia. "Kamu sepong dulu dong kontol kakak, habis itu baru deh kakak antarin kamu ke sekolah.
6192Please respect copyright.PENANA8VJ0wU1jVv
Melihat kakaknya yang tak mau lepas dari kasur, Abelia pun merajuk kesal lalu melepas pakaian dalam Abdi dan mulai memasukkan penis kakaknya itu kedalam mulutnya.
6192Please respect copyright.PENANA9Sn9qC4XlQ
Vagina Abelia berdenyut perlahan dan Abelia menyadari itu.
6192Please respect copyright.PENANABUoOcnr3VT
"Kok setiap mau sepong kontol kakak, memek aku berdenyut terus yah" Gumamnya.
6192Please respect copyright.PENANA0lFdxmUnTd
Abelia pun teringat kembali pada situasi kemarin malam dimana ia melihat anggota keluarganya bertelanjang di ruangan keluarga. Ia mengingat kembali saat-saat dimana kakaknya, Abdi, memasukkan batang kontolnya kememek ibunya. Abelia pun berinisiatif memasukkan jari tangannya sendiri ke dalam memeknya untuk merasakan bagaimana enaknya dimasukin benda panjang seperti itu.
6192Please respect copyright.PENANAvDeph1OvkA
"Mhmmm...slurppp...mhmm..." Abelia mulai mendesah ketika jarinya mulai memasuki vaginanya, rasanya campur aduk antara sakit dan nikmat. Abelia pun menutupi rasa gugupnya dengan menyepong titit Abdi lebih cepat daripada sebelumnya...
6192Please respect copyright.PENANAjH7SqbgC5q
"Dek, kamu ngapain"
6192Please respect copyright.PENANA6d41PgIjFA
Dengan mata ngejreng Abdi merasa kaget saat melihat adiknya menyepong batang kontolnya"
6192Please respect copyright.PENANAdlFcj6b83S
"Gluppp....glupppp" Abelia mengeluarkan penis dari mulutnya lalu menatap kakaknya, " Kan kakak yang suruh aku jilat dan sepongin punya kakak!"
6192Please respect copyright.PENANA3w3Ch6iUu6
Melihat kakaknya yang telah terbangun dari tidurnya, Abelia pun merasa lega karena kakak akhirnya bangun dan bisa mengantarnya pergi ke sekolah.
6192Please respect copyright.PENANAZ7WqAtYZsF
Abelia pun melangkah turun dari atas kasur. Karena kakaknya sudah bangun, maka ia ingin pergi kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap terlebih dahulu.
6192Please respect copyright.PENANAxj7kzIqRra
"Jangan pergi dulu..."
6192Please respect copyright.PENANAvQ9UUPK0DY
Dari belakang, Abdi menarik tubuh Abelia hingga membuat Abelia terduduk di pangkuannya. Abdi lalu memeluk tubuh ramping Abelia.
6192Please respect copyright.PENANAcDk1zxIO9W
"Kak Abdii...!! Aku mau siap-siap...Ayo lepasin Lia!!!"
6192Please respect copyright.PENANAQxqIpYumNa
Abelia mencoba melepas dekapan Abdi pada dirinya, namun kekuatannya terlalu kecil untuk melakukannya. Tenaganya terlalu lemah.
6192Please respect copyright.PENANA6tUzA6ynDs
Vagina Abelia yang tadinya berdenyut kini mulai basah. Abdi yang menyadarinya segera memasukkan tangannya ke dalam celana Abelia dan menyentuh bibir bawah Abelia yang rapat.
6192Please respect copyright.PENANAz077mG3MlD
"Kak, kakak ngapain..?"
6192Please respect copyright.PENANAf7YOiaqnNB
Abelia mengerang ketika selangkangannya di sentuh oleh kakaknya.
6192Please respect copyright.PENANAXqf4PdPbEM
"Kamu diam aja sayang" himbau Abdi dengan bisikan menggoda di daun telinga sang Adiknya.
6192Please respect copyright.PENANAH6ANFL0E8N
"Nmhmm...Ahhh..mhmmm.." Abelia mendesah nikmat.
6192Please respect copyright.PENANA3LovIpWJhS
Abdi pun menyentuh dagu adiknya dan mencumbu bibir adiknya yang berwarna merah merona.
6192Please respect copyright.PENANAVBPwVcPL4I
"Mhmm..Li--Lia, kamu cantik banget, lebih cantik dari seluruh mahasiswa di kampus kakak..." goda Abdi.
6192Please respect copyright.PENANAGgv5QPJdGK
"Mhmm...cupp..sluubb K--Kak jangan gitu kak...Lia jadi malu" ucap Abelia dengan malu-malu dan juga sedikit desah. Ia mencoba menahan ransangan yang berasal dari gerakan jari Abdi.
6192Please respect copyright.PENANAVtidZQ9Itv
Bibir mereka bersentuhan dan saling berpagutan.
6192Please respect copyright.PENANAfA7XX6Pacx
"Lia, keluarin lidah kamu" titah Abdi pada adik kecilnya.
6192Please respect copyright.PENANAoORkic6o9E
Abelia pun menjulurkan lidahnya dan Abdi juga mengeluarkan lidahnya hingga akhirnya lidah mereka saling berpagutan.
6192Please respect copyright.PENANAB9u1I02Qe7
"Slrppp...mhmm...slrpp...ahhh...kakak...!" Abelia menyebut nama Abdi dengan kencang.
6192Please respect copyright.PENANAKlExSfq2We
"Kenapa sayang..mhmm..slurpp...mhmm..." Tanya Abdi dengan kedua jarinya yang memencet-mencet puting Abelia.
6192Please respect copyright.PENANAkD5t8v8I5L
"Kakak...! Lia pengen kencing!" Abelia berteriak kencang.
6192Please respect copyright.PENANAtG6tMauK66
"Hahah...keluarin aja sayang...!! Keluarin yang banyak!!" teriak Abdi sambil terus mengocok vagina adiknya menggunakan jari tengahnya.
6192Please respect copyright.PENANAQoiw3Iq2q9
"Kakak....ahhh...ahhhh...mhmm..ahhh...memek Lia udah gak tahan lagi..!!! Lia udah mau kencing!!! Racau Abelia.
6192Please respect copyright.PENANAnjLYddyGqb
Selangkangan Abelia terbuka dan butiran-butiran air mulai bercipratan dari dalam memek Abelia.
6192Please respect copyright.PENANAFlHncYBWOl
"Ahhh....ahhh!! Ahhh..... K---kak.....!!!"
6192Please respect copyright.PENANAVq7dCyJbY7
Abelia kejang-kejang seketika saat mengeluarkan cairan masturbasinya. pinggulnya terangkat dari kasur dan memeknya menyemprotkan cairan memeknya dengan jumlah banyak.
6192Please respect copyright.PENANAPAp0aDBYKQ
"Enak gak sayang..." Abdi bertanya sembari mengecup pipi adiknya dan meremas toket kecil adiknya.
6192Please respect copyright.PENANAC52ymbybWH
"Haaahhh....haaahhhh..."
6192Please respect copyright.PENANAtGXqlxostN
Nafas Abelia berubah menjadi ngos-ngosan setelah melalui itu.
6192Please respect copyright.PENANAZCzSRjbhkN
"Fuhhh..."
6192Please respect copyright.PENANA49RZlsSObx
Saat Abelia sedang bersandar di dada kakaknya karena kelelahan, dan juga ketika Abdi sedang mencumbu Abelia dengan mesra, arom tembakau tiba-tiba tercium di hidug mereka. Aroma tembakau itu terasa semakin menyengat hingga akhirnya, pintu kamar Abdi yang tak terkunci tiba-tiba dibuka oleh seseorang yang membawa aroma itu.
6192Please respect copyright.PENANALjZWo8XzAL
"Hayoo Kalian ngapain..."
6192Please respect copyright.PENANANHAeGZGPQ2
Suara serak pria dewasa mengagetkan Abdi dan Abelia.
6192Please respect copyright.PENANAfgtEFuJqvY
"Ayah!"
6192Please respect copyright.PENANA2txNtIXi7V
"Ayahhh!!!"
6192Please respect copyright.PENANASVn9p79P0T
Abdi terkejut melihat ayahnya sementara Abelia melepaskan dirinya dari Abdi lalu berlari memeluk ayahnya yang sedang berdiri sambil menikmati rokoknya.
6192Please respect copyright.PENANAaAGUYfKxvO
Abelia mengadu pada ayahnya, "Ayah...! Lihat kakak, kakak jahat banget sama aku!!! Kakak tadi tusuk-tusuk memek aku sampai kencing dicelana!!!"
6192Please respect copyright.PENANAQpASB9sdSe
Abelia menangis tersedu-sedu di celana kantor milik ayahnya.
6192Please respect copyright.PENANAYVSUVFLAK3
"Nangis mulu kayak anak kecil aja" Abdi berceletuk. Ia lalu mengejeknya lagi dengan menertawai adiknya. "Lia cengeng..!!! Lia cengeng banget, hahaha...!!"
6192Please respect copyright.PENANA9giRdwYOlx
Abelia kembali menangis sejadi-jadinya, "Tuh kan, yah...dia ejekin Lia terus!! lihat nih kelakuan kakak...!! Basah semua!! kakak selalu bully Lia"
6192Please respect copyright.PENANASpFcSLAC1D
Abelia menggerutu sejadi-jadinya di hadapan ayahnya, bahkan Abelia membalikkan badan dan memperlihatkan celananya yang basah akibat carian memeknya yang muncrat.
6192Please respect copyright.PENANAyIzggn61OY
Melihat hal itu, bukannya membela anaknya, Pak Hendra malah ngaceng, sama halnya dengan Abdi sebelumnya. Libidonya mulai naik dan membuatnya ingin menyetubuhi anaknya.
6192Please respect copyright.PENANAzAFzCrs3pj

→ Request update